Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.

Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.
Share

Today at 12:44am Uploaded via Facebook Mobile

Kemarin malam, pas lagi asik asik duduk sama kawan kawan yang sedang mempersiapkan menu untuk tamu dari Aceh yang kebetulan singgah ke Mesir, seorang teman nyelutuk, nonton film dokumenter yok? Tentang Aceh lho. Filmnya menggugah deh.

Sebelumnya saya biasa aja. Belum ada rasa heran. Tapi ketika saya liat justeru hard disk saya yang dipasang ke komputer KMA (kebetulan kami sedang di Meuligoe Aceh, tempat yang selalu saya ceritakan itu), baru saya terkejut. Film Aceh mana yang sedang diceritakan, kok saya sendiri ngak nyambung. Padahal seharusnya saya lebih tau tentang isi hard disk itu.

Ketika mulai dibuka menggunakan program KM Player, suara efek terdegar agak keras, plus menyeramkan. Membuat bulu kuduk agak merinding. Saya sudah bisa menduga. Karena dokumenter ini sudah saya nonton belasan kali nampaknya.

Tak saya palingkan mata dari layar datar komputer 21 inchi itu. Cuma ingin memastikan. Apakah benar yang saya maksud, atau mungkin ada file baru yang nyangkut di hard disk itu. Membalut rasa heran, saya pandangi laptop yang duduk manis di meja samping. Saat seperti ini adalah saat buntu. Saat saya ngak bisa menemukan satu pun inspirasi, tepatnya tidak mau mencari. Saya biarkan aja HP compact itu menunggu pemangsa yang siap menjentikkan tangannya di atas keyboard. Kebetulan sedang konek pakek modem. Saya yakin, dengan suasana tengah malam begini, tak harus menunggu lama untuk menanti peminat. Pas saya lagi duduk aja, sudah ada beberapa yang mendekat. Hehe

Yapz. Tepat seperti dugaan saya. Peminat laptop tiba, dokumenter pun mulai berjalan, setelah barusan sempat diperbaiki soundnya. Benar saja. Itu film dokumenter yang sepertinya dibuat oleh warga Malaysia. Berdurasi satu jam lebih. Isinya berkisah tentang Aceh, sebuah propinsi paling barat kepulauan Indonesia. Sebuah negeri yang dulunya berdaulat, namun kemudian selalu dibalut konflik. Negeri tanah saya lahir dan dibesarkan. Negeri dimana saya pernah merasakan kedamaian dan perang. Negeri nano-nano, aneka rasa pernah saya geluti, walau tak sesempurna orang lain.

Baiknya saya ceritakan sekilas tentang isi dokumenter itu.

Tak jauh dari banyangan. Isinya bercerita tentang Aceh yang selalu disapa konflik. Saya lihat, video itu lebih memberatkan pembahasan kepada efek konflik yang dirasakan masyarakat. Menghadirkan beberapa korban langsung, membuat video ini lebih menyentuh. Selain meliput konflik sejak akhir dekade 80-an, video ini juga bercerita tentang tsunami yang melumat Aceh 26 Desember 2004. Selain tak lupa meliput upaya damai di Helsinki. Sebagai sebuah video dokumenter yang dibuat secara sederhana dan terkesan agak amatiran, video ini layak dikonsumsi banyak pihak.

Satu hal yang ingin saya garis bawahi dalam tulisan ini. Terkait konflik yang sempat melanda Aceh. Saya usahakan untuk bersikap objektif, tetapi saya juga tidak bisa melepas diri dari pengalaman yang saya alami. Jadi maaf jika ada yang kurang berkenan.

Tahun 2000 Aceh masih dilanda konflik bersenjata, antara pemerintah dengan kaki tangannya, dengan gerakan Aceh merdeka pimpinan Hasan Tiro yang kini telah melebur menjadi masyarakat sipil. Bahkan beberapa pentolannya kini telah menjadi eksekutif atau legislatif, salah satu juru rundingnya kini menjadi orang nomor satu di Aceh.

Siang itu, suasana Krueng Mane biasa saja, kota yang berjarak 29 KM dari kota Lhokseumawe itu dikenal sebagai daerah berkembang kala itu. Selain roda perekonomian yang terus berbenah, Krueng Mane menjadi landmark kota pelajar bagi daerah disekitarnya. Semua tingkatan sekolah ada di sini. Untuk ukuran sebuah kecamatan di Propinsi yang terkenal terus dijambangi konflik dan krisis, Krueng Mane merupakan wilayah yang cukup strategis. Walaupun kurang menonjol di bidang kelautan, tapi Krueng Mane punya kebelihan lain. Wilayah baratnya yang diselimuti pegunungan, banyak diisi oleh berbagai tanaman, baik yang siap panen jangka pendek ataupun tanaman jangka panjang. Selain itu, bila kita datang dari Banda Aceh berbelok ke kiri menuju daerah pegunungan, kita juga akan mendapati sebuah objek wisata yang dulu sempat terkenal, sungai sawang yang menjadi syurga dunia daerah ini, mirip mirip dengan krueng Bate Iliek, bahkan lebih asri dan jernih. Akan tetapi sejak terus menerus ditemani konflik, jarang yang mau berwisata ke sini. Bisa bisa mereka akan berwisata ke alam lain. Akan tetapi, sejak beberapa tahun belakangan. Keindahan krueng Sawang sedikit terusik. Pasalnya, batu batu besar yang dulu membuat objek wisata ini terkesan eksotik, kini sudah susah untuk kita temui. Hal ini dikarenakan pembangunan pelabuhan Idi dan pembuatan keroncong di Pantai Ujong Blang Lhokseumawe, telah memanfaatkan batu ini sebagai bahan dasarnya. Jadilah setiap hari batu batu itu terus dikeruk untuk membangun wilayah lain, mengeyampingkan unsur wisata dan keasrian alam. Akan tetapi, itulah pengorbanan yang telah diberikan Sawang. Semoga pelabuhan Idi tidak hanya proyek sementara, dan semoga abrasi di Ujong Blang dapat dihadang.

Demikian sekilas tentang Krueng Mane. Kita belum menyentuh subtansi cerita sehingga memunculkan catatan ini. Karena menulis di HP, catatan ini hanya tinggal 350 karakter huruf lagi. Jadi agar tidak semakin mengambang dan hancur, ada baiknya saya sambung dalam catatan lain esok hari. Saya akan bercerita tentang Krueng Mane dan beberapa peristiwa yang sempat terekam. Dan juga ada beberapa sentakan di daerah lain yang akan sayaa ceritakan. Tanpa bermaksud membangkitkan luka lama.

To be continoued,

Meuligoe KMA, 27 April dinihari.00.49

By:

Zahrul Bawady

0 Responses to “Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Admin

myp0s
suk4rsa
LuXs


Photobucket
free counters





%d bloggers like this: