Archive for May, 2010

Mengembalikan Marwah Pendidikan

Mengembalikan Marwah Pendidikan
Oleh: Zahrul Bawady M. Daud

Pendidikan merupakan salah satu unsur paling penting dalam pengembangan kehidupan manusia. Bangsa dengan peradaban tertinggi, secara konsep ditentukan melalui tingkat pendidikan yang dimiliki oleh sumber daya manusia. Bangsa dengan kapasitas keilmuan yang tinggi adalah ikon dari sebuah keberhasilan dan kemajuan peradaban.

Sangat logis, jika berbagai ras dan suku bangsa berlomba menciptakan generasi yang mumpuni dalam bidang pengetahuan. Regenerasi pun kerap dilakukan untuk mempertahankan eksistensi peradaban suatu bangsa. Singkatnya, pendidikan menjadi standar untuk menentukan kemajuan kualitas suatu bangsa.

Tak mengherankan jika kemudian masing-masing bangsa menciptakan instrumen tersendiri untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Hal ini dirasa sangat penting, bahkan dalam adigum yang sangat terkenal kita mendengar istilah, “al-thariqah ahammu min al-maddah.” (metode lebih penting daripada subtansi) Instrumen itu lebih penting daripada nilai pendidikan itu sendiri. Karena untuk mencapai suatu pendidikan yang bermanfaat, mesti berlandas kepada alat atau manhaj yang tepat.

Continue reading ‘Mengembalikan Marwah Pendidikan’

PLURALISME BUKAN SOLUSI

PLURALISME BUKAN SOLUSI
Share
Sunday, May 15, 2010 at 1:23am

PLURALISME BUKAN SOLUSI; (Tanggapan terhadap tulisan Teuku Jafar Muhammmad Sulaiman)
Written By|Muhammad Husni Mukhtar[1]
Teuku Jafar Muhammad Sulaiman (TJMS) dalam tulisannya “Syariat Islam Tidak Perlu Dibela” mengemukakan pendapatnya tentang penerapan Syariat Islam di Aceh. Menurutnya, Syariat Islam yang sedang berjalan di Aceh saat ini masih perlu kita “rekayasa”—begitu bahasa yang Teuku Jafar gunakan. Untuk menguatkan pendapatnya, TJMS tidak sungkan-sungkan mengutip beberapa pendapat pakar untuk ‘melegalisasi’ pandanganya.

Apa yang TJMS tawarkan dalam tulisan tersebut sama sekali tidak ada hal baru. Gaung pluralisme sudah lama terdengar di berbagai belahan dunia Islam. Para ulama Islam pun sudah menulis karangan-karangan yang menolak pemikiran-pemikiran seperti itu. Namun, kali ini tulisan tersebut ingin membangkitkan pemikiran-pemikiran itu dalam konteks pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Bolehlah akhirnya kita katakan tulisan itu sebagai sebuah ide tua, namun sedang dimainkan di lapangan baru.

Pemikiran TJMS yang dituangkan dalam tulisan tersebut tak lebih dari sebuah penerapan dari pandangan para orientalis terhadap Islam. Sayangnya, penerapan tersebut tidak melalui sebuah analisa yang ilmiah. Dalam literatur Islam, mengikuti pendapat seseorang tanpa menganalisa terlebih dahulu, biasa kita kenal dengan istilah “taklid”.

Continue reading ‘PLURALISME BUKAN SOLUSI’

MENINGGALKAN YANG HARAM MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA

MENINGGALKAN YANG HARAM MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA
41xvhep3.pngShare
Teus at 11:51am

MENINGGALKAN YANG HARAM
MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA

Ada seorang pemuda yang perkerjaannya menjual kain. Setiap hari dia memikul kain-kain dagangannya dan berkeliling dari rumah ke rumah. Kain dagangan pemuda ini dikenal dengan nama “Faraqna” oleh orang-orang. Walaupun pekerjaannya sebagai pedagang, tetapi pemuda ini sa-ngat tampan dan bertubuh tegap, setiap orang yang melihat pasti menyenanginya.

Pada suatu hari, saat dia berkeliling melewati jalan-jalan besar, gang-gang kecil dan rumah-rumah penduduk sambil berteriak menawarkan dagangannya: “faraqna-faraqna”, tiba-tiba ada seorang wanita yang melihatnya. Si wanita itu memanggil dan dia pun menghampirinya. Dia dipersila-kan masuk ke dalam rumah. Di sini si wanita terpesona melihat ketampanannya dan tumbuhlah rasa cinta yang begitu besar dalam hatinya. Lalu si wanita ini berkata: “Aku memanggilmu tidak untuk membeli daganganmu., tetapi aku memanggilmu karena kecintaanku kepadamu. Dan di rumah ini sekarang sedang kosong.” Selanjutnya, si wanita ini membujuk dan merayunya agar mau berbuat ‘sesuatu’ dengan dirinya. Pemuda itu menolak, bahkan dia mengingatkan si wanita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menakut-nakutinya dengan azab yang pedih di sisiNya. Tetapi sayang, nasihat itu tidak membuahkan hasil apa-apa, bahkan sebaliknya, si wanita menjadi tambah ber-hasrat. Dan memang biasa, orang itu senang dan penasaran dengan hal-hal yang dilarang… Akhirnya, karena si pemu-da ini tidak mau melakukan yang haram, si wanita malah mengancam, katanya: “Bila engkau tidak mau menuruti perintahku, aku akan berteriak kepada semua orang dan aku akan katakan kepada mereka, bahwa engkau telah masuk ke dalam rumahku dan ingin merenggut kesucianku. Dan mereka akan mempercayaiku karena engkau telah berada dalam rumahku, dan sama sekali mereka tidak akan mencurigaiku.” Setelah si pemuda itu melihat betapa si wanita itu terlalu memaksanya untuk mengikuti keinginan-nya berbuat dosa, akhirnya dia berkata: “Baiklah, tapi apakah engkau mengizinkan aku untuk ke kamar mandi agar bisa membersihkan diri dulu?” Betapa gembiranya si wanita mendengar jawaban ini, dia mengira bahwa ke-inginannya sebentar lagi akan terpenuhi. Dengan penuh semangat dia menjawab: “Bagaimana tidak wahai kekasih dan buah hatiku, ini adalah sebuah ide yang bagus.”

Continue reading ‘MENINGGALKAN YANG HARAM MAKA KELUARLAH AROMA MINYAK KESTURI DARI BADANNYA’


Admin

myp0s
suk4rsa
LuXs


Photobucket
free counters