Archive Page 2

Berdagang Tanpa Rugi

Berdagang Tanpa Rugi

Berdagang tanpa rugi

Berdagang tanpa rugi

Berdagang Tanpa Rugi

Berpuasa Karena Kedelai

Oleh: Zahrul Bawady M. Daud[i]

Kapitalisme di dunia perekonomian semakin menggila. Indonesia adalah salah satu korban yang paling layak kita bicarakan. Bayangkan, dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia bahkan harus mengemis kepada lembaga-lembaga yang menamakan diri sebagai “donatur”. Sebut saja International Moneter Foundation(IMF),  World Bank(WB)-Bank Dunia- dan Asian Development Bank(ADB).

Dengan dalih pinjaman lunak, sejak 1995 justeru bangsa kita sudah tergantung dengan ketiga badan keuangan dunia tersebut. Melalui Land Administration Projet (LAP), tirani kapitalisme terus menggorok urat nadi perekenomian kita, tak terkecuali Aceh. Dalam tatanan bangsa kita, mereka menancapkan kukunya melalui tokoh tokoh bayaran yang identik dengan sebutan “Mafia Berkeley.”

Continue reading ‘Berdagang Tanpa Rugi’

Advertisements

Mujtahid Buta

Mujtahid Buta
Ijtihad Buta
Oleh : Zahrul Bawady M. Daud

Mujtahid, Ijtihad

Jumat, 06/08/2010 10:43 WIB | email | print | share
Saya rasa, dalam permasalahan ijtihad dan taklid para ahli harus memberikan terminologi baru. Jika selama ini kita hanya familiar dengan kata taklid (fanatik) buta, maka kini kita juga harus cemas terhadap upaya ijtihad buta. Bahkan menurut pemahaman saya, ijtihad buta sama bahayanya dengan taklid buta. Selain mengadopsi pemikiran neo-muktazilah yang lebih mengedepankan rasionalitas, pemikiran ini juga semakin menjamur karena terkesan dengan tasahul (kemudahan) yang dijadikan kunci kampanye.
Jika kita mengasumsikan taklid buta sebagai tindakan tercela, karena kita mengikuti apa yang kita tidak tau sebab dan akibatnya atau lebih tepat disebut dogmaisme, maka ijtihad buta di sini adalah mengeluarkan sebuah opini publik tanpa mengetahui dasar permasalahan. Dalam bahasa sehari hari, sikap ini sering dicerminkan dengan kata-kata ngawur, ngelantur atau dalam bahasa kita disebut broh putoh. Lantas bagaimana jika ini terjadi dalam permasalahan hukum –agama?-

Surat Terbuka Suzanne Weiss, Korban Holocaust yang Membela Palestina

Zionis Israel

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO–Di Kanada, Holocaust Memorial Day telah ditetapkan oleh Heritage Kanada dan jatuh setiap tanggal 11 April. Salah satu korban Holocaust yang selamat, Suzanne Weiss, selalu memperingatinya dengan setengah hati: di satu sisi ia mengenang seluruh anggota keluarganya yang meregang nyawa di kamp konsentrasi Nazi itu — karena mereka berdarah Yahudi — di sisi lain ia prihatin terhadap nasib bangsa Palestina yang tak lebih buruk dari Yahudi saat itu.

Dalam banyak kesempatan, ia menyuarakan aksi protesnya atas kekejian Israel di Palestina. Ia yang kini memilih hidup di Kanada ini aktif memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina yang menyuarakan penghentian blokade di Gaza dan segala bentuk kekerasan di wilayah ini.

Kepada media Rabble yang berbasis di Kanada, aktivis Not In Our Name: Jewish Voices Against Zionism and of the Coalition Against Israeli Apartheid itu menulis surat terbuka. Berikut ini cuplikannya:

Continue reading ‘Surat Terbuka Suzanne Weiss, Korban Holocaust yang Membela Palestina’

Damai Aceh, Sebuah Penemuan

Damai Aceh, Sebuah Penemuan
Perdamaian itu bukan hanya membanggakan Indonesia, tapi teladan bagi Asia Tenggara.

Nezar patria

PERANG, kata Sir Henry Maine, adalah praktik kuno manusia. “Tetapi, perdamaian adalah sebuah penemuan modern,” tulis hakim Inggris itu, pada suatu masa di Eropa pertengahan abad ke-19. Perdamaian, boleh jadi adalah ‘penemuan modern’. Atau juga bukan. Di tengah perang yang setua usia peradaban manusia, perdamaian adalah usaha tak mudah.
Di Aceh, misalkan, orang kerap mengingat: pada satu masa, perdamaian adalah sebuah kemustahilan. Selama tiga dekade, politik di sana digerakkan amarah. Kata-kata digantikan senjata. Atas nama keadilan, konsep tentang “Indonesia” digugat Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Indonesia,” kata Hasan Tiro, sang pemimpin pemberontakan itu, “tak lain konsep kolonialisme Belanda, yang diteruskan oleh penjajah Jawa”.

Keajaiban Manusia Akhir Zaman

“Keajaiban Manusia Akhir Zaman”

Thursday, July 22, 2010 at 2:33am

Keajaiban Manusia Akhir Zaman

Sesungguhnya keajaiban manusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

Continue reading ‘Keajaiban Manusia Akhir Zaman’

Menggendong Mayat Anaknya karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah

” Hanya ingin menyampaikan pesan yang mungkin belum tersampaikan”

PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah.

Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger

Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Continue reading ‘Menggendong Mayat Anaknya karena Tak Mampu Sewa Mobil Jenazah’

Pinangan Tgk. Husni Muchtar

Pinangan Tgk. Husni Muchtar

Tgk. Husni perle BPH, ketua dan anggota departemen dalam wate bagah, karena na padum boh kegiatan dan kegiatan Ramadan ka dilike mata. Menyoe na yang dilake le Tgk. Husni untuk bersama mengurus KMA, maka sangat diharapkan bek netulak, karena ajakan Tgk. Husni hakikat jih adalah representasi dari ajakan seluruh anggota KMA. Dan ureng yang dipileh le Tgk. Husni adalah ureng yang dipercaya, maka bek nesia-siakan atau nekecewakan kepercayaan.

Hana alasan KMA butuh pengurus yang mau, bukan pengurus yang mampu dan sebagai jih,,, karena menyoe tapegah mau atau hana, mandum hana mau. Kon nyoe menan tengku? Tgk. Husni pih dipileh kon karena alasan mau, tapi karena kelayakan, kemudian lehnyan baro muncul kemauan. Karena amanah KMA yang direpresentasikan oleh Syura memang hana sembarangan ureng yang dipileh. Oleh karena nyan, bagi ureng-ureng yang dianggap layak le Tgk. Husni, adak jet tentang “mau” bisa diolah lebih lanjut.

Continue reading ‘Pinangan Tgk. Husni Muchtar’


Admin

myp0s
suk4rsa
LuXs


Photobucket
free counters