Posts Tagged 'Berdagang'

Berdagang Tanpa Rugi

Berdagang Tanpa Rugi

Berdagang tanpa rugi

Berdagang tanpa rugi

Berdagang Tanpa Rugi

Berpuasa Karena Kedelai

Oleh: Zahrul Bawady M. Daud[i]

Kapitalisme di dunia perekonomian semakin menggila. Indonesia adalah salah satu korban yang paling layak kita bicarakan. Bayangkan, dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia bahkan harus mengemis kepada lembaga-lembaga yang menamakan diri sebagai “donatur”. Sebut saja International Moneter Foundation(IMF),  World Bank(WB)-Bank Dunia- dan Asian Development Bank(ADB).

Dengan dalih pinjaman lunak, sejak 1995 justeru bangsa kita sudah tergantung dengan ketiga badan keuangan dunia tersebut. Melalui Land Administration Projet (LAP), tirani kapitalisme terus menggorok urat nadi perekenomian kita, tak terkecuali Aceh. Dalam tatanan bangsa kita, mereka menancapkan kukunya melalui tokoh tokoh bayaran yang identik dengan sebutan “Mafia Berkeley.”

Continue reading ‘Berdagang Tanpa Rugi’

Advertisements

Jak Meugadang Atau Jak Meudagang ( Bergadang atau Berdagang )

Jak Meugadang Atau Jak Meudagang
Share
Today at 5:53pm

Jak Meugadang Atau Jak Meudagang
Oleh: Zahrul Bawady M. Daud

Jika merunut kehidupan berbangsa di tanah kelahiran kita, tidak ada keraguan lagi bahwa mahasiswa di dalam kehidupan bermasyarakat memegang peranan yang sangat penting. Selain sebagai transformator yang bertugas mengaplikasikan segenap ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan, dalam kehidupan nyata mahasiswa juga sebagai agent of the change. Ia berposisi sebagai pembawa perubahan dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai pembawa perubahan, mahasiswa memegang peranan yang sangat penting. Mereka berada di garda terdepan dalam setiap kemajuan, baik dari segi peningkatan taraf hidup, maupun perubahan arus politik- dimana mahasiswa memegang peranan sebagai pengontrol aktivitas eksekutif dan legeslatif.-

Pergerakan mahasiswa ketika euphoria reformasi sekitar pertengahantahun 1998 tentu tidak bisa lepas dari ingatan. Peristiwa yang telah melahirkan arus politik yang berbeda, walaupun di tengah jalan terma reformasi hanya menjadi lipstick pemanis bibir bagi pengambil kebijakan. Akan tetapi, tetap saja perjuangan mahasiswa 98 tidak dapat kita baca sebelah mata saja. Perjuangan yang tidak takut mati di tengah intimidasi sipil bersenjata yang seharusnya menjadi penganyom masyarakat haruslah menjadi cambuk ketika kita hendak mengkhianati reformasi itu sendiri.

Continue reading ‘Jak Meugadang Atau Jak Meudagang ( Bergadang atau Berdagang )’


Admin

myp0s
suk4rsa
LuXs


Photobucket
free counters