Posts Tagged 'sejarah aceh'

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (4)

Ini sebagian dari puisi kepahlawanan Aceh yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda: (21)

Daarom, teungkoes, weest niet nalatig.

Volbrengt de godsdienstplichten, o broeders.

O, vrienden, er is geen enkele goede daad,

Die het oorlogvoeren overtreft.

De Heilige Oorlog is u als plicht opgelegd,

Begrijpt dat goed, o broeders!

Eerst komt de geloofsbelijdenis, dan de sembahjang

(dagelijks 5x bidden-Red),

Ten derde het oorlogvoeren tegen de Hollanders.

Oleh sebab itu, tengku, jangan tidak peduli

Kerjakanlah kewajiban beragama, o saudaraku

Oh, kawan, tidak ada satu pun kebaikan,

Yang melebihi perjuangan dalam peperangan

Perang jihad adalah kewajibanmu

Pahamilah hal itu, o saudaraku!

Pertama membaca syahadat, kemudian shalat,

Ketiga berperang melawan Belanda.

Continue reading ‘Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (4)’

Advertisements

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (3)

Anda bisa membayangkan Van Heutsz, dengan tangan di belakang, perut buncit, memberi kesan sebagai seorang militer superior yang arogan. Tetapi di bawah kepemimpinan penerus Van Heutsz, yaitu Van Daalen, baru terjadi perubahan. Selama ‘ekspedisi’nya ke pedalaman Gayo dan Alas, semua isi kampung dibunuh. Van Daalen dan pasukannya memerintahkan agar apa yang mereka lakukan diabadikan melalui foto, dengan penuh kebanggaan, yaitu tumpukan mayat dengan seorang anak lelaki yang kebetulan selamat dari huru-hara itu disampingnya.

Para pejabat Belanda yang dipermalukan oleh Van Daalen menulis secara anonim kenyataan yang mencengangkan itu di koran-koran Belanda. Para anggota Parlemen yang terkejut (di antaranya Victor de Stuers) mengkritik bahwa ’Pemerintah menyebutnya ekskursi, tetapi saya menyebutnya sejarah pembunuhan’. Koran Het Volk menulis pada tanggal 17 Juli 1904 ‘sebuah negara yang beradab dan berperikemanusiaan tidak seharusnya menyanjung seseorang (Van Heutsz) yang telah menumpahkan darah’.

Continue reading ‘Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (3)’

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (2)

Tentu saja ada juga suara-suara yang kritis tentang Perang Aceh, di antaranya dari Multatuli yang sudah kita kenal, yang tanpa basa-basi menulis sebuah surat ‘kepada Raja’ sebagai berikut, ”Gubernur Jendral Anda (James Loudon-Red) saat ini berada pada posisi untuk memaksakan kehendaknya dengan mengumandangkan perang pada Sultan Aceh, dengan alasan yang dibuat-buat, seolah-olah sebagai suatu tindakan yang wajar dilakukan, dengan tuntutan agar Sultan Aceh menyerahkan kedaulatannya. Hal ini sama sekali tidak terhormat, tidak bermartabat, tidak dapat dipahami.” (9)

Saya juga sudah menyebut tentang ’Wekker’, seorang polisi menulis 17 artikel kritis di koran Den Haag ’De Avondpost’. Artikel-artikel yang menimbulkan keresahan di Belanda, setidaknya di parlemen. Namun persoalan ini dianggap tidak ada dan tidak dicari pemecahannya. Para penulis seperti Zentgraff sebelum Perang Dunia Kedua (10) dan van ’t Veer (11) dan Bossenbroek (12) tidak menghargai keterlibatan KNIL dalam Perang Aceh. Salah satu kutipannya, ”Kampung Kuto Reh yang diserang, 11 Juni 1904. Dua Belanda tewas. Aceh kehilangan 313 pria, 189 wanita, 59 anak-anak.

Continue reading ‘Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (2)’

Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (1)

Lukisan yang menggambarkan tentara Belanda menyerang Masjid Raya di Kutaraja pada Januari 1874. Tahun 1600, serangan di Nieuwpoort. Siapa yang masih membicarakan Perang Aceh? Siapa yang tahu mengapa Gubernur Jendral Loudon di Batavia (Jakarta) yang otokratis, keras kepala, impulsif dan gigih memulai perang melawan Aceh tahun 1873? Berapa tahun perang ini berlangsung? Siapa yang tahu di sungai mana, di benteng Aceh yang mana, di semak belukar yang mana, di bukit dan gunung yang mana, di kampung yang terbakar mana serta kebun kelapa yang mana tempat para serdadu Belanda dan Aceh saling melemparkan klewang satu sama lain?

Siapa yang masih ingat nama kampung-kampung di Aceh tempat para pejuang Aceh dapat berleha-leha dengan 70 bidadari yang cantik setelah ’pasifikasi’, ’ekskursi’, ’pendisiplinan’ Belanda? Masih ingatkah kita bagaimana Jendral Köhler, komandan pasukan invasi Belanda tahun 1873, terbunuh di bawah pohon geulumpang dekat Mesjid Raya di Kutaraja? Tentang Jendral van der Heijden, alias Kareltje Eénoog, yang bersujud kepada orang-orang Aceh menyatakan terima kasihnya karena dia masih bisa selamat?

Continue reading ‘Siapa Menyelamatkan Anak Kecil Aceh, Menyelamatkan Seluruh Aceh (1)’

Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.

Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.
Share

Today at 12:44am Uploaded via Facebook Mobile

Kemarin malam, pas lagi asik asik duduk sama kawan kawan yang sedang mempersiapkan menu untuk tamu dari Aceh yang kebetulan singgah ke Mesir, seorang teman nyelutuk, nonton film dokumenter yok? Tentang Aceh lho. Filmnya menggugah deh.

Sebelumnya saya biasa aja. Belum ada rasa heran. Tapi ketika saya liat justeru hard disk saya yang dipasang ke komputer KMA (kebetulan kami sedang di Meuligoe Aceh, tempat yang selalu saya ceritakan itu), baru saya terkejut. Film Aceh mana yang sedang diceritakan, kok saya sendiri ngak nyambung. Padahal seharusnya saya lebih tau tentang isi hard disk itu.

Continue reading ‘Aceh, Konflik Tak Bertepi. Rekaman Sejarah Pribadi Part I.’


Admin

myp0s
suk4rsa
LuXs


Photobucket
free counters